Bahan ajar Semester 1 Modul 4 LBM 1 Prioritas Masalah Kesehatan
Dasar-dasar Epidiomologi
Dr. dr. Imam Djamaluddin Mashoedi, M.Kes Epid
Download & Read | Drive | Mediafire | Solidfiles
Dibawah ini bukan materi, untuk materi silakan baca atau download dengan link diatas.
Keyword :
Dasar-dasar Epidemiologi
Pengertian Epidemiologi Epidemiologi merupakan salah satu bagian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health) yang menekankan perhatiannya terhadap keberadaan penyakit ataupun masalah kesehatan lainnya dalam masyarakat Epidemiologi memberikan perhatian tentang masalah kesehatan pada penduduk
Asal kata (bahasa Yunani) :
Epidemiologi berarti : Ilmu yang mempelajari tentang penduduk
(epi = permukaan/di atas/menimpa) (demos = orang/populasi/manusia) (logos = ilmu tentang)
HIRSCH (1883) : WADE HAMPTON FROST (1927) : GREENWOOD (1934) : R.MORTON, JR.HEBEL ? : MAC MAHON (1970) : ABDEL R.OMRAN (1970) : GARY D FRIEDMAN (1974) : LILIENFELD PERKEMBANGAN DEFINISI EPIDEMIOLOGI
Definisi Epidemiologi, Last 1988
Epidemiology is the study of the distribution and determinants of health-related states or events in specified population of this study to the control of health problems
Definisi Epidemiologi :
Ilmu yang mempelajari tentang frekuensi masalah kesehatan dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sejarah Epidemiologi dalam 4 periode
1. Periode Kuno :
2. Masa Pertengahan :
Dimulai sejak zaman Hyppocrates yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran yang berkembang semasa 460-375 bc
Dimulai sejak awal tahun 1348 yang dikenal dengan zaman “Kematian Hitam”. Saat itu dikenal penyakit Wabah dengan korban jiwa yang tidak sedikit
3. Abad ke-18 :
Di abad ini mulai terjadi peningkatan derajat kesehatan Yang didukung dengan berkembangnya penelitianpenelitian ke arah penyakit menular. Dunia keperawatan Pada tahun 1820-1910 lahir tokoh yang dikenal sebagai simbol keperawatan dunia “Florence Nightingale” yang mengemukakan konsep perawatan dengan memperhatikan lingkungan sekitar klien. Florence berkeyakinan, bila Lingkungan diperbaiki maka masa perawatan dapat di Persingkat.
4. Abad ke-19; Epidemiologi Modern :
Dalam epidemiologi modern, telah dipandang determinan Penyakit secara holistik, oleh sebab itu telah digunakan Beberapa pendekatan diantaranya : 1. Statistik yang berhubungan dengan keadaan yang memengaruhi higiene dan kesehatan 2. Epidemiologi penyakit Infeksi 3. Epidemiologi penyakit kronis 4. Eko-epidemiologi
EPIDEMIOLOGI & PERKEMBANGANNYA
Biostatistics Behaviour
* Ilmu Epidemiologi (Epidemiologi Sciences)
General Epidemiolgy
Field Epidemiologiy
Clinical Epidemiology
Nutritional Epidemiology
Disaster Epidemiologi
Managerial Epidemiology
Perkembangan Ilmu Kedokteran/Kesehatan * Ilmu Kedokteran (Medical Sciences) Kelompok Ilmu Sosial Kelompok Ilmu Perilaku
* Ilmu Kedokteran
Ilmu Farmasi Ilmu Kedokteran Gigi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Ilmu Gizi Ilmu Kebidanan Ilmu Keperawatan
Epidemiologi
Kelompok Ilmu Bidang Kesehatan
(1) Kelompok Ilmu Bidang Kedokteran : (a) Kelompok Ilmu Kedokteran Biomedik (b) Kelompok Ilmu Kedokteran Klinik (c) Kelompok Ilmu Kedokteran Komunitas. (2) Kelompok Ilmu Bidang Kesehatan Masyarakat (3) Kelompok Ilmu Bidang Keperawatan (4) Kelompok Ilmu Bidang Kebidanan (5) Kelompok Ilmu Kedokteran Gigi (6) Kelompok Ilmu Gizi
RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGIEndemi : Berlangsungnya suatu penyakit pada tingkatan yang sama atau keberadaan suatu penyakit yang terus menerus di dalam populasi atau wilayah tertentu
Hyperendemi :
Keberadaan penyakit dengan tingkat insidensi yang tinggi dan terus menerus melebihi angka prevalensi normal dalam populasi dan ternyata menyebar merata pada semua usia dan kelompok Holoendemi : Keberadaan suatu penyakit yang kejadiannya dalam populasi yang sangat banyak
Munculnya penyakit tertentu yang berasal dari satu sumber tunggal, dalam satu kelompok, populasi, masyarakat atau wilayah, yang melebihi tingkat kebiasaan yang diperkirakan
Peningkatan secara tajam dari kasus baru yang mempengaruhi kelompok tertentu
Epidemi yang menyebar luas melintasi negara, benua atau populasi yang sangat besar.
Epidemi :
Kejadian Luar Biasa (KLB) = Epidemi :
Pandemi :
Ruang Lingkup masalah kesehatan ada 6 D
1. DEATH (kematian) 2. DISEASE (penyakit) 3. DISABILITY (kecacatan) 4. DISCOMFORT (kekurang nyamanan) 5. DISSATISFACTION (kekurang puasan) 6. DESTITUTION (kelemahan)
Ruang Lingkup Epidemiologi dalam Masalah kesehatan ada 6 E (1) 1.ETIOLOGI : Berkaitan dengan lingkup kegiatan Epidemiologi dalam mengidentifikasi penyebab penyakit dan masalah kesehatan lainnya 2. EFIKASI : Berkaitan dengan efek atau daya optimal yang dapat diperoleh dari adanya intervensi kesehatan 3. EFEKTIVITAS : Besarnya hasil yang dapat diperoleh dari suatu tindakan dan besarnya perbedaan dari suatu tindakan yang satu dengan yang lain
Ruang Lingkup Epidemiologi dalam Masalah kesehatan ada 6 E (2) 4. EFISIENSI : Sebuah konsep ekonomi yang melihat pengaruh yang dapat diperoleh berdasarkan besarnya biaya yang diberikan 5. EVALUASI : Penilaian secara keseluruhan suatu pengobatan atau program kesehatan masyarakat 6. EDUKASI : Intervensi yang berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit
KLASIFIKASI Epidemiologi
1. Epidemiologi Penyakit Menular 2. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular 3. Epidemiologi Klinis 4. Epidemiologi Kependudukan 5. Epidemiologi Pengelolaan Pelayanan Kesehatan 6. Epidemiologi Lingkungan dan Kesehatan Kerja 7. Epidemiologi Kesehatan Jiwa 8. Epidemiologi Gizi 9. Epidemiologi Perilaku 10.Epidemiologi Genetika
Tujuh peran utama (Valanis) : 1. Investigasi etiologi penyakit 2. Identifikasi faktor risiko 3. Identifikasi sindrom dan klasifikasi penyakit 4. Melakukan diagnosa banding dan perencanaan pengobatan 5. Surveilan status kesehatan penduduk 6. Diagnosis komunitas dan perencanaan pelayanan kesehatan 7. Evaluasi pelayanan kesehatan dan intervensi kesehatan masyarakat Peran Epidemiologi
Jenis Epidemiologi
1. Epidemiologi Deskriptif 2. Epidemiologi Analitis 3. Epidemiologi Eksperimental
Epidemiologi Deskriptif Hanya mempelajari tentang frekuensi dan distribusi suatu masalah kesehatan saja, tanpa memandang perlu mencarikan jawaban terhadap determinan yang mempengaruhi frekuensi, distribusi dan atau munculnya masalah kesehatan tersebut
Hasil : Menjawab pertanyaan siapa (Who), dimana (Where), dan apabila (When)
Population at risk : Kelompok orang yang potensial atau punya peluang untuk menderita sakit atau mendapatkan risiko
Epidemiologi Deskriptif merupakan bentuk kegiatan Epiemiologi Dasar, yakni bentuk kegiatan epidemiologi yang memberikan gambaran atau keterangan tentang keadaan serta sifat penyebaran status kesehatan dan gangguan kesehatan maupun penyakit pada suatu kelompok penduduk tertentu
Epidemiologi Analitik Bila telah mencakup pencarian jawaban terhadap penyebab terjadinya frekuensi, distribusi dan munculnya suatu masalah kesehatan. Diupayakan tersedianya jawaban terhadap determinan yang dimaksud (Why), untuk kemudian dianalisa hubungannya dengan akibat yang ditimbulkan.
Akibat : Frekuensi, distribusi atau suatu masalah kesehatan
Penyebab : Faktor-faktor yang mempengaruhi
Epidemiologi Eksperimental
Pembuktian bahwa suatu faktor sebagai penyebab terjadinya faktor luaran (penyakit)
Misal : Pembuktian peranan rokok terhadap Kanker Paru dilakukan dengan melakukan intervensi pengurangan rokok dan melihat apakah memang terjadi penurunan Kanker Paru
Tujuh peran utama (Valanis) : 1. Investigasi etiologi penyakit 2. Identifikasi faktor risiko 3. Identifikasi sindrom dan klasifikasi penyakit 4. Melakukan diagnosa banding dan perencanaan pengobatan 5. Surveilan status kesehatan penduduk 6. Diagnosis komunitas dan perencanaan pelayanan kesehatan 7. Evaluasi pelayanan kesehatan dan intervensi kesehatan masyarakat Peran Epidemiologi
Empat peran utama (Beoglehole-WHO 1977) : 1. Mencari kausa; faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan dan yang menyebabkan terjadinya penyakit 2. Riwayat alamiah penyakit : perlangsungan penyakit, bisa sangat mendadak (emergency), akut dan kronik 3. Deskripsi status kesehatan masyarakat; menggambarkan proporsi menurut status kesehatan, perubahan menurut waktu, perubahan menurut umumr, dan lain-lain 4. Evaluasi hasil intervensi; menilai bagaimana keberhasilan berbagai intervensi seperti promosi kesehatan, upaya pencegahan dan pelayanan kesehatan
Peran Epidemiologi lainnya : 1. Mengidentifikasi masalah kesehatan utama yang sedang dihadapi masyarakat. 2. Mengetahui faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya masalah kesehatan atau penyakit dalam masyarakat. 3. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan. 4. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang / telah dilakukan. 5. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. 6. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan.
Sehat :
Suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Sakit :
Suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan dalam beraktifitas sehari - hari baik aktifitas jasmani, rohani maupun sosial
Sehat (WHO 1948) :
“Health is a state of complete physical, mental and social well being and not merely the absence of disease or infirmity”
1. Adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan sehingga timbul gangguan pada fungsi atau struktur dari bagian, organ atau sistem dari tubuh
2. Adalah Suatu keadaan dimana proses kehidupan tidak lagi teratur atau terganggu perjalanannya
3. Penyakit bukan hanya berupa kelainan yang dapat dilihat dari luar saja, akan tetapi juga suatu keadaan terganggu dari keteraturan fungsi-fungsi dalam dari tubuh
Penyakit adalah suatu keadaan dimana terdapat gangguan terhadap bentuk dan fungsi tubuh sehingga berada dalam keadaan yang tidak normal
Penyakit ≠ Rasa Sakit
Penyakit bersifat objektif
Rasa sakit bersifat subjektif
1. Contagion Theory. Untuk terjadinya penyakit diperlukan adanya kontak antara satu person dengan person lain. Pada masa itu kebanyakan adalah penyakit yang menular oleh karena kontak langsung. Pengamatan terhadap epidemi penyakit lepra di Mesir Teori kausa terjadinya penyakit 2. Hippocratic Theory. Lebih mengarahkan kausa pada suatu faktor tertentu. Hippocrates mengatakan bahwa kausa penyakit berasal dari alam; cuaca dan lingkungan.
4. Epidemic Theory. Mencoba menghubungkan terjadinya penyakit dengan cuaca dan faktor geografi.
5. Germ Theory (Teori Kuman). Kuman (mikroorganisme) sebagai kausa penyakit.
6. Teori Multikausa = Konsep Multifaktorial. Suatu penyakit terjadi sebagai hasil dari interaksi berbagai faktor
3. Miasmatic Theory. Menunjuk gas-gas busuk dari perut bumi yang menjadi kausa penyakit.
PENYAKIT
POSITIF NEGATIF
RASA SAKIT
POSITIF 1 2
NEGATIF 3 4
Dari empat kemungkinan hubungan yang seperti ini, yang menjadi perhatian utama epidemiologi ialah hubungan 1 dan 3. Mudah dimengerti karena epidemiologi tidak mempelajari tentang rasa sakit, tetapi mempelajari tentang penyakit
Hubungan manifestasi dengan Penyebab
1. Kasus Klasik Manifestasi dan Penyebab penyakit ditemukan positif
2. Kasus Klinis Manifestasi penyakit positif, tetapi penyebab penyakit negatif
3. Kasus Sub-klinis Manifestasi penyakit negatif, tetapi penyebab penyakit positif
4. Kasus Sehat Manifestasi dan Penyebab penyakit tidak ditemukan
Recent Post
Popular Posts
-
Bahan ajar Semester 1 Modul 4 LBM 2 Prioritas Masalah Kesehatan Administrasi dan manajemen puskesmas Siti Thomas Z, SKM.Mkes Download ...
-
Bahan ajar Semester 1 Modul 4 LBM 2 Prioritas Masalah Kesehatan Pemecahan Masalah Kesehatan Siti Thomas Z, SKM.Mkes Download & Read ...
-
Bahan ajar Semester 1 Modul 4 LBM 2 Prioritas Masalah Kesehatan Norma etika, disiplin dan hukum dalam praktek kedokteran Moch. Soffan Do...
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar