Sabtu, 12 Desember 2015

Penularan Penyakit Infeksi

Bahan ajar Semester 1 Modul 4 LBM 1 Prioritas Masalah Kesehatan  

Penularan penyakit infeksi
Dr. dr. Imam Djamaluddin Mashoedi, M.Kes Epid
Download & Read | Drive | Mediafire | Solidfiles

Dibawah ini bukan materi, untuk materi silakan baca atau download link diatas.
Keywords :
Diagnosis kasus ditentukan oleh :
1. Tanda-tanda 2. A n a m n e s i s 3. P e m e r i k s a a n
Kasus
Mereka yang menderita suatu penyakit atau masalah
Penyakit Menular/Infeksi
1. Penyakit menular melalui air 2. Penyakit menular melalui udara 3. Penakit menular melalui kelamin 4. Penyakit menular melalui binatang
Penyakit Tidak Menular /Non Infeksi /Kronis
1. Penyakit jantung 2. Penyakit kanker 3. Penyakit metabolik
TIGA ASPEK EPIDEMIOLOGI
Agent : Substansi atau tenaga. Merupakan hal yang esensial untuk terjadinya penyakit
Human Host : Faktor manusia yang membantu terjadinya penyakit (daya tahan, sifat biologik, imunologik, tingkah laku dll)
Environment : terdiri dari fisik, biologik, sosial,  ekonomik dan budaya
Host :
Semua faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu penyakit
1. Keturunan 2. Mekanisme pertahanan tubuh 3. Umur 4. Sex 5. Ras 6. Status perkawinan 7. Pekerjaan 8. Kebiasaan hidup
Mekanisme pertahanan tubuh Contoh
1. UMUM 1.1 Pertahanan tingkat pertama
1.2 Pertahanan tingkat kedua
- Kulityang ututh - mukosayang utuh - kuku - rambut - bulu hidung - sekresi tubuh
- tonsil - hati - limpa - kelenjarlimpa
2. KHUSUS 2.1 Bersifatselular
2.2 Bersifat humoral 2.2.1 bawaan
2.2.2 didapat 2.2.2.1 bersifataktif 2.2.2.1.1 buatan 2.2.2.1.2 alamiah 2.2.2.2 bersifatpasif 2.2.2.2.1 buatan 2.2.2.2.2 alamiah 2.3 Bersifat kelompok
- pembentukan ntibodi - leukositosis - fagositosis
- Konstitusi tubuh - genetik tubuh
- imunisasi - sembuhdari penyakit
- pemberianserum - diperolehdari ibu memiliki kekebalan karena mayoritas penduduk kebal akan penyakit tersebut
Agent ialah suatu substansi atau elemen tertentu yang kehadiran atau ketidak hadirannya dapat menimbulkan atau mempengaruhi perjalanan suatu penyakit : 1. Golongan Nutrien 2. Golongan Kimia 3. Golongan Fisika 4. Golongan Mekanik 5. Golongan Biologik à biotis a biotis
Infectious disease
Non comunicable diseases
Sifat-sifat agent :
1. Patogenisiti : Kemampuan agent untuk menimbulkan reaksi pada pejamu sehingga timbul penyakit Patogen >< a patogen
2. Virulensi : Ukuran keganasan atau derajat kerusakan yang ditimbulkan oleh agent
3. Antigenisiti : Kemampuan agent merangsang timbulnya mekanisme pertahanan tubuh (antigen) pada diri pejamu
4. Infektiviti : Kemampuan agent mengadakan invasi dan menyesuaikan diri, bertempat tinggal dan berkembang biak dalam diri pejamu
Faktor lingkungan, pokok untuk terjadinya penyakit antara lain faktor lingkungan fisik, lingkungan kimiawi, lingkungan biologik, lingkungan ekonomi, sosial dan kultural. (cuaca panas yang ekstrem, keadaan dingin yang ekstrem, bahan alergi tertentu, polusi udara, paparan kaitan dengan pekerjaan, kontaminasi air, dll)
Environment :
Segitiga Epidemiologi :
Agent
Host
Environment
Disease
Ada tiga komponen penting 1. Frekuensi 2. Distribusi 3. Determinan
1. Frekuensi Masalah Kesehatan : Frekuensi disini menunjukkan kepada besarnya masalah kesehatan yang  terdapat pada sekelompok manusia
2. Penyebaran Masalah Kesehatan : Penyebaran disini menunjukkan kepada pengelompokkan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi : Menunjukkan kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan
Agent
1. Biologi 2. Nutrien 3. Fisik 4. Kimia 5. Mekanik
Host
1. Usia 2. Kelamin 3. Ras 4. Genetik 5. Pekerjaan 6. Nutrisi 7. Kekebalan 8. Adat 9. Gaya Hidup 10.Psikhis
Environment
1. Fisik 2. Biologi 3. Sosial
AGENT HOST
LINGKUNGAN
Konsep Penularan Penyakit
AGENT
HOST
LINGKUNGAN
AGENT HOST
LINGKUNGAN
AGENT
HOST
LINGKUNGAN
AGENT HOST
LINGKUNGAN
AGENT
HOST
LINGKUNGAN
Suatu penyakit menular dianggap  berat bila penyakit tersebut mempunyai CFR yang tinggi, atau apabila sembuh maka sebagian besar penderita sembuh dengan disertai gejala sisa (cacat). Berat ringannya penyakit dapat dilihat dari faktor perorangan dan faktor masyarakat, karena berpengaruh pada populasi
Penyakit dengan insiden rendah tetapi CFR tinggi (mis: rabies) merupakan penyakit yang berat secara perorangan, sedang penyakit dengan insiden tinggi tetapi tidak berat akan memberikan keadaan yang lebih serius sebagai masalah kesehatan masyarakat, karena meningkatkan kematian populasi
Riwayat Alamiah Penyakit
Adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara alamiah
Proses Perjalanan Penyakit
Penyebab
Lingkungan
Pejamu
Prepatogenesis
Patogenesis Masa Tunas
Subklinik
Klinis tidak jelas
Klinis jelas
Klinis berat + komplikasi
Cacat
Tahapan Riwayat Alamiah 1. Tahap prepatogenesis Sudah terjadi interaksi antar host dengan agent, namun host belum sakit, masih normal 2. Tahap patogenesis 2.1. Tahap Inkubasi Waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala penyakit. 2.2. Tahap Dini Waktu mulai munculnya gejala penyakit   yang kelihatannya ringan. Sudah ada gangguan patologis
2.3. Tahap Lanjut Penyakit bertambah jelas atau  bertambah berat
2.3. Tahap Akhir Berakhirnya perjalanan penyakit 2.3.1. Sembuh sempurna 2.3.2. Sembuh dengan cacat 2.3.3. Karier 2.3.4. Kronik 2.3.5. Kematian
Manfaat Riwayat Alamiah
1. Informasi masa inkubasi atau masa latent 2. Symptom untuk kelengkapan diagnosais 3. Lama dan beratnya keluhan yang dialami 4. Kejadian penyakit menurut musim 5. Geografis serangan penyakit 6. Sifat biologis kuman patogen à pencegahan
à Untuk diagnosis Untuk preventive Untuk terapi
Manifestasi klinik penyakit menular :
1. Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik
2. Lebih banyak dengan gejala klinik
Contoh : Tuberculosa
3. Penyakit yang umum berakhir dengan kematian
Contoh : Morbili
Contoh : Rabias
Kelompok pertama Penyakit dengan keadan lebih banyak penderita terselubung yaitu penderita tanpa gejala/hanya disertai gejala ringan, dimana penyakit tidak menampakkan diri pada berbagai tingkatan  Iceberg (gunung es)
Penyakit dengan bagian yang berselubung/tanpa gejala, relatif sudah kecil. Sebagian besar pendrita tampak secara klinis dan dapat dengan mudah di diagnosis, karena penderita muncul dengan gejala klasik Kelompok kedua Kelompok ketiga Penyakit yang menunjukkan proses kejadian yang umumnya berakhir dengan kelainan atau berakhir dengan kematian
Infeksi terselubung
Keadaan suatu penyakit yang tidak menampakkan diri secara jelas dan tidak nyata dalam bentuk gejala kliniks yang jelas  sulit di diagnosa
Komponen proses penyakit menular
1. Faktor penyebab penyakit menular 2. Interaksi penyebab dengan pejamu 3. Mekanisme patogenesis 4. Sumber penularan a. Manusia sebagai reservoir b. Reservoir binatang/benda lain
I. Faktor Penyebab Penyakit Menular
1. Faktor penyebab (agent) 2. Adanya sumber penularan 3. Adanya cara penularan khusus 4. Adanya cara meninggalkan pejamu 5. Adanya cara masuk ke pejamu lain 6. Adanya ketahanan pejamu
Faktor Penyebab/Agent (Makhluk biologis)
a. Kelompok Arthropoda b. Kelompok Helminth c. Kelompok Protozoa d. Kelompok Fungus e. Kelompok Bakteri f. Kelompok Virus g. Kelompok Prion
II. Interaksi Penyebab dengan Pejamu Infeksivitas Kemampuan unsur penyebab untuk masuk dan      berkembangbiak dalam tubuh pejamu = LD 50 : Jumlah minimal dari agent yang dibutuhkan untuk menimbulkan infeksi  terhadap 50% dari sekelompok pejamu pada spesies yang sama
Patogenesis Kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan gejala klinik yang jelas
Virulensi Nilai proporsi penderita dengan gejala klinis yang berat, terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis jelas  CFR dapat merupakan ukuran virulensi
Imunogenisitas Kemampuan menghasilkan nkekebalan atau imunitas
III. Mekanisme Patogenesis  Invasi jaringan secara langsung  Produksi toksin Rangsangan imunologis  Reaksi alergi  Infeksi yang menetap  Merangsang kerentanan pejamu Ketidak mampuan membentuk daya tangkal IV. Sumber Penularan/Reservoir Organisme hidup/benda mati dimana agent hidup secara normal dan berkembang biak V. Sumber Penularan/Reservoir      a. Manusia Sebagai Reservoir
1. Reservoir yang umumnya selalu muncul sebagai penderita. 2. Reservoir yang dapat sebagai penderita atau carrier. 3. Reservoir yang umumnya selalu bersifat penderita, akan tetapi tidak dapat menularkan langsung penyakitnya ke pejamu lain, tetapi harus via perantara seperti vektor/pejamu. b. Reservoir Binatang/Benda Lain
Carrier = Pembawa : Penderita mereka yang sedang/pernah terinfeksi yang masih mengandung unsur penyebab penyakit menular tetapi tanpa gejala klinis Reservoir yang punya potensi sebagai sumber penularan
1. Healthy carrier/Inapparent : Mereka yang dalam sejarahnya tidak pernah  menampakkan menderita penyakit tersebut  secara klinis, tetapi mengandung unsur penyebab yang dapat menular pada orang lain
2. Incubatory carrier/masa tunas : Mereka yang masih dalam masa tunas, tetapi telah mempunyai potensi untuk menularkan penyakit/sebagai sumber penularan 3. Convalescent carrier/baru sembuh klinis : Mereka yang baru sembuh dari penyakit menular tertentu, tetapi masih merupakan sumber penularan penyakit tertentu untuk masa tertentu 4. Chronis carrier/menahun : Merupakan sumber penularan yang cukup lama
PENCEGAHAN
1. Pencegahan Tingkat Awal = Priemordial Prevention 2. Pencegahan Tingkat Pertama = Primary Prevention 3. Pencegahan Tingkat Kedua = Sekondary Prevention 4. Pencegahan Tingkat Ketiga = Tertiary Prevention
Mengadakan inhibisi terhadap Perkembangan suatu penyakit sebelum penyakit tersebut terjadi
I. Priemordial Prevention
Tindakan untuk menghindari terbentuknya pola hidup sosial ekonomi dan kultural yang mendorong peningkatan risiko penyakit
Pengalaman epidemiologi dalam menangani masalah penyakit kardio vaskuler - penyakit jantung koroner
1. Status Kesehatan = Underlying Condition 1.1. Makanan bergizi rendah lemak jenuh 1.2. Pengendalian merokok
II. Primary Prevention
Tindakan yang meliputi segala kegiatan yang dapat menghentikan kejadian suatu penyakit atau gangguan sebelum hal itu terjadi
2. Peningkatan Kesehatan (Health Promotion) 2.1. Pendidikan kesehatan, penyebaran informasi kesehatan 2.2. Konsultasi Gizi 2.3. Penyediaan air bersih 2.4. Kebersihan lingkungan / sanitasi 2.5. Konsultasi genetik
3. Pencegahan khusus (Spesific Protection) 3.1.  Program immunisasi/imunisasi dasar 3.2. Pemberian vitamin A atau tablet zat besi 3.3. Pencegahan kecelakaan
III. Sekondary Prevention
Tindakan yang lebih ditujukan pada kegiatan skrining kesehatan dan deteksi untuk menemukan status patogenik setiap individu di dalam populasi
Dapat dilakukan pada fase preklinik dan klinik. Termasuk dalam upaya ini : 4. Penemuan atau deteksi secara dini (Early detection) 4.1. Screening (penyaringan) 4.2. Case finding (pejejakan kasus) 4.3. Pemeriksaan khusus/laboratorium 4.4. Pemberian obat yang rational dan efektif 5. Pembatasan Kecacatan (Disability limitation) 5.1. Operasi plastik pada organ yang cacat 5.2. Pemasangan PIN pada tulang yang patah
Patogenik : Keadaan yang diakibatkan oleh penyakit
IV. Pencegahan Tertier
Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase penyakit yang sudah lanjut atau fase kecacatan
6. Rehabilitasi (Rehabilitation) 6.1. Rehabilitasi Fisik Rehabilitasi cacat tubuh dengan pemberian alat bantu (protese)
6.2. Rehabilitasi Sosial Rumah perawatan orang tua/jompo
6.3. Rehabilitasi Kerja (
vocational service ) Rehabilitasi masuk ke tempat kerja sebelumnya, mengaktifkan optimum orang yang cacat                                    
Tujuan dari tiga tahapan pencegahan adalah membatasi atau menghalangi perkembangan ketidakmampuan, kondisi atau gangguan sehingga tidak berkembang ke tahap lanjut yang membutuhkan perawatan intensif
Tujuan Pencegahan
REHABILITASI
Setiap upaya yang dilakukan untuk memulihkan seorang yang sakit sehingga menjadi manusia yang lebih berdaya guna, produktif, mengikuti gaya hidup yang memuaskan, dan untuk memberikan kualitas hidup yang sebaik mungkin, sesuai tingkatan penyakit dan ketidakmampuannya
Bentuk Program Pencegahan
Program Imunisasi Dasar (Universal Child Immunization = UCI) Program Pemberantasan Penyakit Menular melalui Binatang Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) Program Eradikasi Polio Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah Pemberian Konseling AIDS  Pemeriksaan Screening AIDS  Penyuluhan Kesehatan Lingkungan
SCREENING = PENYARINGAN
Merupakan suatu upaya untuk menyeleksi orang-orang yang tampak sehat, tidak menderita terhadap suatu penyakit tertentu, dari suatu populasi tertentu
Manfaat Epidemiologi :
1. Membantu pekerjaan administrasi kesehatan 2. Dapat menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan 3. Dapat menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit 4. Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan

 

0 komentar:

Posting Komentar